H-5

June 29, 2007 at 11:09 pm | In Personal | 1 Comment

H-5 sebelum pelaksanaan psb online yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2007, tiba-tiba saja akses internet mati, mulai hari Rabu jam 18.00 WIB. Team dari WAN kerja keras mencari jalan keluarnya, mereka mencoba dengan menggunakan jasa dari provider lain sebagai backup. Ternyata berhasil akses internet kembali lancar, tapi untuk sman 6, belum terkoneksi. Ketika di PING koneksi bagus but untuk browsing masih tetap tidak bisa.

Setelah di cek ternyata posisi radio berubah arah setelah hujan angin, sman 6 hanya mendapatkan sinyal 22% jauh dari sempurna. Jum’at baru bisa ponting karena ada bantuan tenaga dari smkn 1, pointing dilakukan dengan kondisi akhir 24 – 28%. Dan stabil di posisi 24% minimal untuk browsing harus 50%. Jalan keluar nya adalah pasang P to P dan WAN Cisadane berbaik hati meminjamkan alatnya untuk koneksi P to P (point to point).

Dengan susah payah kami panjat tower di ketinggian 35 meter untuk memasang radio yang baru. Bertepatan dengan adzan maghrib pemasangan radio selesai, langkah selanjutnya tinggal setting radio, router, dan cek koneksi. Saya kembali ke sman 6 untuk setting radio, dan router tepat jam 20.44 WIB sman 6 bisa terkoneksi ke internet, dan saya langsung membuat report ini.

Saya sudah bisa tenang pada saatnya nanti yaitu tanggal 2 Juli pelaksanaan PSB sudah bisa dilakukan. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada pak waluyo yang bersedia meminjamkan alatnya, juga murid2x pak waluyo serta mas eko yang telah membantu saya untuk pointing.

Akhirnya saya bisa tidur dengan tenang tinggal tunggu hari esok badan pegal-pegal semua. He..he…..he…… Ups kata pak waluyo masih ada PR sman 1 belum terkoneksi? Saya besok masih bisa manjat gak yach?  setelah seharian ini turun naik tower.

——————-
Jum’at, 29 Juni 2007
toni
——————

Situs Dibobol, Polisi Dibikin Malu Remaja 17 Tahun

June 26, 2007 at 1:05 pm | In News IT | 3 Comments

Brussels, Situs kepolisian Belgia dibobol seorang remaja berusia 17 tahun. Tak hanya dibobol, polisi pun diejek dan dibuat malu.

Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Selasa (26/6/2007), seorang remaja asal Belgia berhasil membobol dan mematikan sementara situs kepolisian federal setempat. Ia bahkan meninggalkan pesan online bernada mengejek.

Polisi berhasil melacak pelaku dan menangkapnya sehari kemudian. Bocah laki-laki berusia 17 tahun itu lalu dilepaskan pada malam hari yang sama saat ia ditangkap.

Ini adalah kali pertamanya situs tersebut, versi Perancis dan Belanda, menjadi sasaran empuk serangan hacker.

Menurut pemberitaan harian Sud Presse, remaja itu meninggalkan sebuah pesan bernada mengejek dalam bahasa Perancis yang bunyinya kurang lebih seperti ini:

“Spycheck Team harus bangga bahwa seorang anak laki-laki berusia 17 telah membobol situs kepolisian Belgia. Sistem keamanan situs Anda menandakan kurangnya kompetensi polisi. Web master: Anda lebih baik keluar dan merevisi sistem tersebut. Pemerintah: rekrutlah polisi kaliber yang lebih baik…”

Tersangka ditangkap pada hari Sabtu di rumahnya di pinggiran kota Brusel Rhode-Saint-Genese. Situsnya sendiri dibobol pada hari Jumat.

Juru bicara kepolisian federal mengatakan tersangka sudah dilepaskan Sabtu lalu setelah sebelumnya diinvestigasi hakim. Lebih lanjut, ia akan dipanggil lagi untuk diadili di pengadilan anak-anak.

Senin kemarin situs polisi yang beralamat di www.polfed.be itu kembali mendapat ’surat cinta’ dari hacker dengan pesan: “Hacker situs polisi federal berhasil ditangkap dalam 24 jam.”(dwn/dwn)

Selasa , 26/06/2007 08:31 WIB
Dewi Widya Ningrum – detikInet

Vista Lebih Aman Daripada Linux?

June 26, 2007 at 1:02 pm | In News IT | Leave a Comment

Jakarta, Berdasarkan pengamatan Microsoft’s Trustworthy Computing Group, sistem operasi Windows Vista diklaim jauh lebih aman dari para pesaingnya dan juga dibanding sistem operasi Microsoft sebelumnya.

Pernyataan tersebut terpapar dalam laporan berjudul ‘Laporan Enam Bulanan Celah Keamanan Vista’ mengenai total celah keamanan Vista yang telah diperbaiki maupun yang belum, termasuk perbandingannya dengan Linux, OpenOffice, dan aplikasi lainnya. Laporan itu tersedia dalam bentuk PDF dan bisa di-download di blog Jeff jones, direktur strategi keamanan di Microsoft’s Trustworthy Computing Group.

“Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa Windows Vista menunjukkan tren celah keamanan yang paling sedikit dalam kurun waktu enam bulan dibandingkan dengan produk pendahulunya, Windows XP dan juga dengan sistem operasi yang lain,” tulis Jones seperti dikutip detikINET dari Newsfactor, Selasa (26/6/2007).

Sejak enam bulan pertama berada di pasaran, Microsoft telah meluncurkan empat updates keamanan yang ditujukan untuk total perbaikan 12 celah keamanan
Vista. Sebagai perbandingan, secara total Microsoft memperbaiki 36 celah keamanan selama enam bulan pertama untuk Windows XP.

Vista juga diperbandingkan dengan saingannya, yaitu sistem operasi open source. Dalam sistem Red Hat Enterprise Linux 4 yaitu Linux yang paling banyak terdistribusi, dijumpai 129 bugs dalam enam bulan pertama peredarannya. Red Hat memperbaiki total 281 celah keamanan dalam kurun waktu enam bulan tersebut sehingga Jones menyimpulkan bahwa Vista lebih aman daripada
kompetitornya, sistem operasi open source.

Menurut Michael Sutton, pejabat biro keamanan komputer SPI Dynamics dan mantan direktur Verisign iDefense Labs, sebenarnya belum ada pihak yang bisa dinyatakan
sebagai pemenang dalam debat keamanan yang telah lama terjadi ini. “Mengesankan untuk melihat bahwa sampai saat ini, Windows Vista mendapat kritik paling sedikit mengenai celah keamanan,” katanya. “Namun rasanya, enam bulan bukanlah waktu yang cukup untuk mengklaim siapa yang paling aman,” imbuhnya lagi.(dwn/dwn)

Selasa , 26/06/2007 09:35 WIB
Fino Yurio Kristo – detikInet

Upah Tenaga Kerja TI Indonesia Terendah Kedua di Dunia

June 26, 2007 at 12:54 pm | In News IT | 2 Comments

Jakarta, Penghasilan tenaga kerja teknologi informasi (TI) Indonesia terendah kedua di dunia, masih lebih rendah dari Ghana dan Filipina.

Ketua Umum Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (Aspiluki) Djarot Subiantoro mengungkapkan hal tersebut berdasarkan hasil survei perusahaan konsultan internasional HK Kearney Consulting pada maret 2007, yang mensurvei terhadap indeks ranking terhadap 50 negara di dunia termasuk Indonesia.

“Sedangkan untuk posisi nomor satu terendah ialah Vietnam,” ujar Djarot, usai konferensi ajang ICT Award 2007 di gedung Depkominfo, Jakarta (26/6/2007)

Ia menuturkan, kriteria penilaian tarif biaya tersebut diukur dari berbagai komponen dan tidak hanya berdasarkan upah, yang meliputi biaya kompensasi, infrastruktur, pajak dan peraturan.

“Tarif biaya ini salah satu dari tiga hasil survei, sementara dari hasil dua survei lainnya mengukur tingkat kemampuan dan business environment (wadah bisnis),” tukasnya.

Dari sisi kemampuan (skill), lanjut Djarot, Indonesia berada di peringkat 14. Namun dari sisi business environment Indonesia masuk di jajaran paling buncit, yaitu posisi ke-49 dari 50 negara hanya unggul sedikit dari Senegal.

“Kekurangan kita adalah dari cara mengemas bisnis dan budaya kerja. Orang-orang TI kita ini masih kerja kaya seniman yang based on project lalu masalah kebiasaan, ini yang masih jadi PR kita. Salah satu caranya kita harus sering mengadakan ajang kompetisi ICT, agar memicu minat bisnis,” jelas Djarot.

Sementara itu di tempat yang sama, Dirjen Aplikasi dan Telematika Cahyana Ahmadjayadi mengatakan, saat ini fokus seluruh negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi ada pada industri yang mengandalkan kreatifitas, salah satunya software.

“Bahkan di Inggris sekalipun industri berbasis kreatifitas tumbuh empat kali lipat atau setara dengan 95 persen dari pertumbuhan ekonomi,” bebernya.

Cahyana mengungkap, belanja TI Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan mencapai US$ 2 miliar. Dimana 50 persen diantaranya dihabiskan untuk membeli software. “Itu peluang untuk industri kita untuk mencicipi pangsa pasar tersebut. Salah satunya dengan mencari bibit unggul dari ajang ICT Award ini,” imbuhnya.

ICT Award 2007

ICT award 2007 merupakan inisiatif dari Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) beserta gabungan asosiasi TI Indonesia untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan produk-produk ICT di Indonesia agar lebih inovatif dan optimal.

Ajang ini terbagi atas 11 kategori untuk software, hardware dan service. Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli sampai akhir Agustus dan menerima dari semua kalangan, baik perorangan ataupun perusahaan. Sedangkan untuk proses penjurian dimulai dari 1 September sampai 30 September 2007.

Pengumuman pemenang diumumkan pada 5 Oktober 2007. Penghargaan buat pemenangnya menurut rencana akan dianugerahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 26 Oktober 2007.
(ash/ash)

Selasa , 26/06/2007 19:34 WIB
Achmad Rouzni Noor II – detikInet

Harga Co.id dan Net.id Dipatok Paling Mahal

June 26, 2007 at 12:49 pm | In News IT | Leave a Comment

Jakarta, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mengumumkan daftar harga domain .id. Dari daftar tersebut, domain .co.id dan .net.id dipatok paling mahal dibanding domain-domain .id lainnya.

Biaya pendaftaran dan perpanjangan per tahun untuk domain .co.id dan .net.id dipatok sebesar Rp 100 ribu. Biaya termurah adalah .web.id yang dipatok sebesar Rp 25 ribu untuk pendaftaran dan perpanjangan per tahunnya.

Biaya pendaftaran untuk domain .ac.id ditetapkan sebesar Rp 50 ribu, demikian halnya biaya perpanjangan per tahunnya. Harga yang sama ditetapkan untuk domain .sch.id, .go.id, .mil.id, serta .or.id.

Pandi mempublikasikan persyaratan serta biaya pendaftaran dan perpanjangan domain .id di situsnya., dan berlaku efektif mulai 1 Juli 2007.

Teddy Sukardi, Ketua Umum Pandi mengonfirmasikan bahwa harga tersebut adalah harga resmi yang dirilis Pandi untuk domain .id.

Saat jumpa pers beberapa waktu lalu, Teddy menjelaskan bahwa skema harga domain .id merepresentasikan adanya subsidi silang antara domain untuk institusi komersial dan non komersial. Pandi berharap, dengan strategi yang jitu, jumlah domain .id terdaftar bisa menembus angka 50 ribu hingga akhir 2007.
(nks/nks)

Selasa , 26/06/2007 15:42 WIB
Ni Ketut Susrini – detikInet

Printer Membludak, Produksi Buku Braille Seret

June 26, 2007 at 12:45 pm | In News IT | Leave a Comment

Jakarta, Indonesia dianggap memiliki printer braille yang mungkin terbanyak di dunia. Namun, membludaknya printer ternyata tidak diikuti dengan produktifnya jumlah buku bagi penyandang tunanetra ini.

Hal itulah yang diungkapkan Larry Campbell, Direktur Program Internasional Overbrook School for The Blind, yang memotori pembentukan ON-NET untuk mendukung Komunitas e-Braille Indonesia (KEBI).

“Sayangnya untuk sementara ini belum dimanfaatkan secara maksimal dan masih terbatas,” ujar Campbell, kepada wartawan di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (26/6/2007).

Akibatnya, informasi dan pengetahuan bagi penderita tunanetra menjadi sangat terbatas. Padahal, menurut Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Netra Bambang Basuki, pemerintah sudah membangun 9 center dan 40 sub center yang tersebar di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan buku braille.

“Dari jumlah itu hanya 13 center ataupun sub center yang pernah memproduksi buku, sisanya belum pernah sama sekali,” tutur Bambang.

Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan biaya ditengarai menjadi faktor utama penyebab masalah ini. Sehingga printer-printer yang ada tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Padahal harga perangkat ini terbilang cukup mahal. Untuk printer braille jenis low speed yang dapat mencetak 40 karakter per detik harganya berkisar Rp 50 juta, sedangkan untuk yang high speed dengan kemampuan cetak 400 karakter per detik bisa sampai ratusan juta rupiah setiap satu unitnya.

Di Indonesia sendiri, keberadaan printer braille terbilang cukup membludak. Printer-printer tersebut berasal dari Norwegia dan dihibahkan bagi penyandang tunanetra tanah air.

Sebagai gambaran, Bambang mencontohkan, satu center di Jakarta ada yang memiliki sampai 10 unit printer jenis high speed. “Kalau 8 center lainnya mungkin hanya punya 4 printer, sedangkan sub center paling punya 2 unit,” bebernya.

Namun, itu semua tidak akan berarti jika tidak dioptimalkan dan hanya menjadi sebuah alat tak berguna. “Inilah yang harus kita lihat sebagai sebuah kekuatan dan harus dibangunkan,” tandasnya.

Program Tidak Berjalan

Joko Adi Sasmito, wakil dari Direktorat Pendidikan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Depdiknas mengatakan, selama ini pemerintah sebenarnya telah menyertakan trainer di setiap pendistribusian printer di center-center.

Namun sepertinya, lanjut Joko, pihak center yang telah dilatih tidak menjalankan program yang telah diajarkan sehingga printer tersebut bisa jadi hanya menjadi pajangan.

Melihat kenyataan seperti itu, ia berujar pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap program yang telah dilakukan. “Ini menjadi sebuah masukan yang sangat penting bagi kami untuk melakukan evaluasi,” tukasnya, kepada detikINET.(ash/ash)

Selasa , 26/06/2007 15:39 WIB
Ardhi Suryadhi – detikInet

Nyandu Internet & Game Bisa Berarti Sakit Mental

June 26, 2007 at 12:43 pm | In News IT | Leave a Comment

Chicago, Main video game memang seru. Surfing di internet bisa-bisa lupa waktu. Tapi hati-hati! Kecanduan dua hal mengasyikkan ini bisa-bisa sama saja dengan menderita sakit mental.

Hal ini menjadi perdebatan seru dalam konvensi tahunan Asosiasi Medis Amerika (AMA) di Chicago, AS, seperti dilaporkan AFP, Selasa (26/6/2007).

Ada laporan yang merekomendasikan kecanduan internet dan video game untuk dipertimbangkan sebagai penyakit kelainan mental.

Beberapa dokter mempertanyakan bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Sementara dokter lainnya mendesak dilakukan studi lebih lanjut sebelum menganjurkan orangtua membatasi waktu anak bermain internet dan video game selama 1-2 jam.

Laporan menunjukkan adanya peningkatan perilaku agresif dan bengis akibat terlalu banyak bermain internet dan video game. Bisa juga mencetuskan serangan penyakit ayan.

Hasil studi mencatat risiko 1,5 dari 100.00 anak terkena serangan ayan akibat peningkatan metabolisme dan mengalami ketegangan berulang-ulang.

Dan tentu saja, seperti yang sering diomelkan orangtua, internet dan video game bisa membuat anak-anak tidak mengerjakan pekerjaan rumah alias PR. Mereka juga jadinya menarik diri dari pergaulan keluarga.

Merujuk pada kriteria WHO, peneliti Inggris menemukan 12 persen pemain game mengalami kecanduan. Sedangkan peneliti di AS menemukan 10-15 persen pemain game kecanduan.

“Bagaimanapun juga penelitian yang dilakukan masih belum cukup menunjukkan bahwa memainkan video game secara berlebihan merupakan bentuk kecanduan,” sebut AMA dalam kesimpulannya.

Namun para orangtua dan petugas kesehatan juga diberitahu mengenai bahayanya bermain internet dan video game secara berlebihan. rekomendasi ini juga diberikan pada Asosiasi Psikiatri Amerika sebagai proses memperbarui data diagnosa dan statistik kelainan mental.

“Kecanduan itu penyakit kompleks. Namun menyebutnya sebagai penyakit kelainan mental masih prematur,” sebut AMA.

Mengklasifikasikan kecanduan internet dan video game sebagai penyakit kelainan mental bisa membuat perusahaan asuransi harus membayar biaya perawatan yang meliputi konsultasi dengan dokter dan obat-obatan.
(sss/ash)

Selasa , 26/06/2007 13:53 WIB
Shinta Shinaga – detikInet

Gara-Gara Aturan Baru, Google Ancam Cabut Gmail

June 26, 2007 at 12:40 pm | In News IT | Leave a Comment

Jerman, Gara-gara peraturan baru, layanan Gmail bisa jadi akan dicabut dari wilayah Jerman. Peraturan macam apa yang membuat Google alergi?

Google Mail bisa jadi tidak akan tersedia lagi di Jerman. Ini setelah pemerintahan Jerman membuat rancangan peraturan baru tentang data pribadi pengguna telekomunikasi, termasuk internet dan telepon.

Dalam peraturan tersebut setiap penyedia layanan harus mengumpulkan dan menyimpan data pribadi dari pengguna mereka. Data itu paling tidak harus tersimpan selama enam bulan.

Aturan itu juga melarang adanya pengguna anonimus, alias yang data aslinya tidak diketahui. Saat ini peraturan tersebut sedang diajukan di Bundestag (parlemen Jerman).

Peter Fleischer, penasehat global bidang privasi Google, dilaporkan menolak peraturan tersebut. Menurut Fleischer, aturan itu akan sangat melukai prinsip-prinsip privasi yang diusung Google.

Seperti dikutip detikINET dari ITWire, Selasa (26/6/2007), Google pada intinya menyatakan siap menarik layanan Google Mail dari Jerman.

Akibat sengketa merek dagang, Google saat ini juga sudah tidak boleh menggunakan nama Gmail di Jerman. Di negara yang pernah terbelah dua itu Google secara resmi memakai nama Google Mail. Hal yang sama dilakukan di Inggris. (wsh/wsh)

Selasa , 26/06/2007 14:19 WIB
Wicaksono Hidayat – detikInet

Sistem Baru PSB Online

June 23, 2007 at 3:27 pm | In Personal | 30 Comments

Tangerang kota pendidikan dan kota Akhlakul Karimah yang dikepalai oleh seorang walikota, yang dengan serius memperhatikan bidang pendidikan, tidak hanya bangunan sekolah tetapi juga kesejahteraan guru, namun itu semua tidak bisa dilaksanakan sekaligus tahap demi tahap beliau kerjakan tugas nya.

Tahun ini tepatnya tanggal 2 – 4 Juli 2007, Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang tiap tahunnya sarat dengan “permasalahan”. Tahun ini di uji cobakan dengan Sistem Online. dengan alamat www.psb-kotatangerang.org. Mudah-mudahan dan diharapkan permasalahan yang tiap tahun timbul berkenaan dengan PSB pada tiap-tiap sekolah dapat diminimallisir atau dihilangkan.

PSB online ini selain bisa dilihat informasinya melalui internet juga dapat melalui sms. Data yang tampil selalu berubah-ubah (static). Sampai penutupan yaitu tanggal 6 Juli 2007. Jadi siswa yang mendaftarkan dirinya pada sekolah favorit dapat memantau apakah dia diterima disekolah itu atau tidak. Bila tidak masih ada 2 pilihan lagi yang dapat menampung siswa tersebut.

Untuk dinas P dan K Kota Tangerang saya ucapkan selamat ternyata, dinas P dan K memiliki pandangan satu langkah kedepan dengan diterapkannya sistem PSB OnLine. Mau tidak mau kemajuan teknologi harus kita ikuti dan diimbangi pula dengan SDM nya. Kalau tidak dapat mengimbangi kemajuan teknologi informasi maka kita akan selalu ketinggalan jauh di belakang.

Semoga PSB dengan sistem Online ini bisa berhasil. Bravo Kota Tangerang…….

————————–
Sabtu, 23 Juni 2007
Toni
————————–

Perpanjangan Domain .id Dipatok Batas Waktu

June 23, 2007 at 3:10 pm | In News IT | Leave a Comment

Jakarta, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) akan mengenakan biaya untuk menggunakan nama domain .id selama satu tahun. Untuk nama domain lama diberikan tenggat waktu pendaftaran ulang/perpanjangan.

Nama domain .net.id, .co.id dan .web.id diberikan waktu paling lambat sampai 31 Agustus 2007, domain .sch.id, .ac.id dan .or.id sampai 30 September 2007 dan untuk domain .go.id dan .mil.id sampai 28 Februari 2008.

Sedangkan domain war.net.id yang sebelumnya dianggap memiliki struktur kurang umum akan dicarikan nama pengganti yang lebih sesuai. Jadi untuk .war.net.id tidak akan dibuka pendafaran baru dan nama yang ada akan terus dapat digunakan sampai 31 Desember 2007.

Pandi berperan sebagai Registri dan Registrar untuk semua domain, kecuali untuk domain .go.id dan .mil.id yang akan dikelola administrasi pendaftarannya kepada Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).

Pandi juga akan melepas peran sebagai Registrar dalam 6 bulan ke depan atau sampai akhir tahun 2007 dan akan menunjuk Registrar baru.

“Tugas Registrar untuk memproses pendaftaran cukup berat jadi kami akan memilihnya secara hati-hati,” tutur Teddy Sukardi, Ketua Umum Pandi di Gedung Depkominfo Jakarta, Jumat (22 Juni 2007).

Situs Belum Siap

Segala jenis pendaftaran baik itu perpanjangan ataupun pendaftaran baru akan dilakukan Pandi secara online melalui situs resmi mereka di alamat www.pandi.or.id.

Namun, ketika detikINET coba membuka alamat situs tersebut pada hari ini (22/6/2007) pukul 15.40, ternyata situs tersebut belum siap dan bertuliskan ‘Jomlaa! Installer’ diatas halaman utamanya.

Teddy beralasan, belum siapnya situs tersebut dikarenakan pihaknya yang dibantu oleh teman-teman dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) tengah dalam tahap menghubungkan IP address dan mempersiapkan server.

“Jadi sekarang ini masih pakai situs di alamat register.net.id. Diperkirakan hari ini sudah selesai pengerjaannya. Jadi pada 1 Juli nanti sudah dapat beroperasi,” ujarnya via ponsel.
(ash/ash)

Jumat , 22/06/2007 16:10 WIB
Ardhi Suryadhi – detikInet

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.