Open Source Why Not

September 26, 2007 at 3:48 pm | In Personal | 4 Comments

photoupload.jpgBermula dari pelatihan Linux yang diadakan oleh PC Plus beberapa tahun silam, kami dikenalkan dengan salah satu distro Linux yaitu Redhat 9.0, namun sepulangnya dari pelatihan apa yang saya dapatkan tidak diterapkan ditempat saya bekerja dikarenakan fasilitas yang kurang memadai, maka matilah ilmu pengetahuan tentang redhat hanya sebatas perkenalan saja.

Berlanjut dengan adanya pelatihan di SMKN 1 Tangerang (WAN Cisadane) sebagai provider akses internet bagi beberapa sekolah yang ada di Tangerang. Wan Cisadane bekerjasama dengan KPLI Tangerang mengadakan Workshop Linux bertemakan “Linux Fundamental and Office Aplication”, hanya dalam waktu satu hari. But kalian tahu ngak arti dari KPLI… ? Klo gak salah nich ye arti dari KPLI adalah (Komunitas Pecinta Linux Indonesia), yang mana ditiap kota pasti ada but ada beberapa kota yang belum ada komunitas ini. Klo gak percaya tanya aja ama paman Google yach,……

Pesertanya sech banyak, semua dari kalangan yang memiliki background IT, but sayangnya nech after istirahat yach kurang lebih jam 12.00 – 13.00 WIB, pesertanya makin sedikit. Pada kemana yach,….? tau ach gelap,…………

Itulah budaya masyarakat indonesia, klo sudah merasa pintar mereka tidak akan sampai habis menerima materi workshop yang penting sudah tanda tangan absen dan mendapatkan buku panduan + CD Linux, atau mungkin karena yang memberikan materi anak muda/anak kuliahan yang mampu unjuk gigi bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk berbagi ilmu dengan kami para peserta workshop. Yach bagi mereka yang merasa dirinya pintar,…………. cari sendiri yach kalimat lanjutannya. Saya sech gak mau suuzhon, he,…he,….

Saya mengikuti sampai materi workshop selesai, langsung biar tidak sia2x ilmu yang saya dapet langsung saya terapkan, 1 unit komputer lengkap ada keyboard, mouse and monitor saya pakai untuk uji coba dan alhamdulillah berhasil yach ada sech sedikit error mah kan sesuai dengan pepatah TRIAL and ERROR, selanjutnya saya ujicobakan ke laptop yang sering saya bawa eh gak berhasil karena memorinya kurang memadai, alhasil diupgradelah memori laptopku yang tadinya 256 menjadi 1 Gb, gila yach cuma buat ujicoba linux. Sekarang laptopku Dual Boot=ada dua sistem operasi Windows and Linux E-dubuntu. Ingin tahu kendala apa saja yang saya dapatkan ketika bermain-main dengan e-dubuntu, dan apa yang sedang saya persiapan kedepan guna menerapkan opensource di lingkungan tempat saya bekerja, tunggu saja kisah selanjutnya ok. Bersambung,…………….

————————————-
September 2007
toni
sman 6 tangerang
————————————-

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.