Raup Rp 318 M, 17 Penjahat Cyber Dibekuk
November 12, 2007 at 11:30 am | In Artikel IT | 1 Comment
New York – Western Express International, sebuah perusahaan yang berbasis di Manhattan, New York dituntut karena telah mendalangi pencurian identitas dan pencucian uang yang meraup lebih dari US$ 35 juta selama 4 tahun. Dari proses investigasi yang dilakukan oleh Kejaksaan setempat dan agen intelijen United States Secret Service selama 2 tahun, 17 orang diindikasikan terlibat dalam kasus ini.
Akibat perbuatannya, para pelaku terancam harus meringkuk selama 25 tahun dalam penjara. “Para terdakwa telah terlibat dalam kejahatan multinasional, kriminalitas berbasis internet, dengan menjalankan lalu lintas pembobolan nomor kartu kredit dan identitas personal lainnya,” ujar pihak kejaksaan, seperti dikutip detikINET dari InfoWorld, Senin (12/11/2007).
Western Express International ini berada di balik dua situs penipuan, yakni Dengiforum.com dan Paycard200.com. Operasi yang dilakukan layak disebut sebagai kejahatan terorganisir.
Menurut keterangan dari kejaksaan, penjahat cyber yang memiliki nomor kartu kredit curian akan terhubung dengan pembeli melalui semacam ‘penyedia jasa kejahatan cyber’. Di bagian lain dari organisasi adalah orang-orang yang melakukan pencucian dengan menggunakan mata uang digital Egold atau Webmoney. Para pelaku disinyalir kerap bertemu dalam sebuah forum ‘carder.
Hingga saat ini, telah terjadi transaksi lebih dari 95.000 nomor kartu kredit curian. Pihak yang berwenang mengidentifikasi lebih dari US$ 4 juta nilai penyelewengan kartu kredit yang telah dilakukan oleh kelompok ini.
Lebih lanjut, mereka mengatakan bahwa rekening bank Western Express telah memindahkan dana sekitar US$ 35 juta selama lebih dari 4 tahun. Aktivitas ilegal ini diperkirakan telah berjalan dari tahun 2001-2007. ( wsh / wsh )
Senin, 12/11/2007 15:29 WIB
Fransiska Ari Wahyu – detikinet
Situs Bencana DKI Jakarta Kena ‘Bencana’ Cyber
November 12, 2007 at 11:24 am | In News IT | Leave a Comment
Jakarta – Situs Crisis Center DKI Jakarta yang beralamat di http://crisiscenter.jakarta.go.id/ tengah kritis. Situs tersebut seakan mati dan tak bisa diakses.
Ketika disambangi detikINET, Senin (12/11/2007), situs milik pemerintah propinsi DKI Jakarta ini diketahui telah menjadi korban keusilan dedemit dunia maya.
Si pelaku menyebut dirinya ‘GUITARFREAK’. Sama seperti beberapa hacker lain, ia sengaja melakukan hal ini untuk memperingatkan administrator untuk meningkatkan sistem keamanan situsnya. “Why GUITARFREAK deface this domain??? it is because of this web had bad security,so for the admin please learn more OK,,thankz for all my pRenT,” tulis si pelaku.
Alhasil, konten situs tersebut kini tidak bisa diakses sama sekali. Padahal situs ini seyogyanya dihadirkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat perihal bencana yang mengancam DKI Jakarta serta penanggulangannya.
Terlebih, beberapa wilayah di ibu kota negara kita ini mulai diancam bencana banjir. Sehingga pastinya kebutuhan informasi masyarakat terkait hal ini pun menjadi tersendat.
Belum diketahui sejak kapan situs ini tidak bisa beroperasi. Namun salah satu pembaca detikcom, Riyadi menuturkan, hal serupa pernah terjadi terhadap situs ini pada Agustus lalu.
( ash / wsh )
Senin, 12/11/2007 14:53 WIB
Ardhi Suryadhi – detikinet
APJII: Kabel Laut Baru Tak Berarti Tarif Internet Turun
November 12, 2007 at 11:22 am | In News IT | Leave a Comment
Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Sylvia W. Sumarlin, mengatakan adanya PT Excelcommindo Pratama (XL) sebagai penyedia bandwidth internet internasional alternatif tak serta-merta akan menurunkan tarif internet di tingkat eceran. “Yang jadi masalah adalah di koneksi last mile-nya. Karena infrastruktur tidak merata,” ujarnya di Hotel Four Season, Jakarta, Senin (12/11/2007).
Mahalnya akses internet internasional selama ini selalu dituding sebagai biang keladi mahalnya tarif internet di tingkat eceran. Apalagi penyedia akses bandwidth internasional boleh dibilang masih terbatas sehingga harganya pun membuat Internet Service Provider (ISP) harus merogoh kocek cukup dalam.
Melalui jaringan serat optik bawah laut Batam Sungai Rengit Cable System (BRCS), XL selaku Network Access Provider berupaya memberikan alternatif tersebut. Nizar Mansyur, Senior Vice President XL Business Solution, bahkan sempat ’sesumbar’ biaya akses melalui BRCS bisa hemat hingga 50 persen.
Sylvia mengakui penurunan itu bisa menguntungkan pihak ISP. Namun, lanjutnya, harga yang lebih murah dari XL tetap tak akan berdampak langsung ke tarif eceran ISP yang sudah ada. “Paling (penurunan-red) di kota-kota besar saja, itu pun 10-15 persen,” ujarnya.
Menurut pihak APJII, hal yang perlu dibenahi adalah adanya akses ke pengguna akhir (last mile) yang murah. Oleh sebab itu APJII mendesak pemerintah untuk turun tangan mengatasi kesenjangan akses dengan segera menenderkan akses frekuensi pita lebar nirkabel (Broadband Wireless Access). “Karena wireless itu lebih mudah daripada gali kabel, ke pengguna akhir,” tukas Sylvia. ( wsh / wsh )
Senin, 12/11/2007 14:18 WIB
Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Biznet Perkuat Rute Internet Internasional
November 1, 2007 at 11:10 am | In News IT | Leave a Comment
Jakarta – Penyedia jaringan layanan internet, Biznet, memperkuat rute langsung sambungan internet internasional-nya dengan membangun lagi stasiun relay Point of Presence (PoP) di benua Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Presiden Direktur Biznet Networks Adi Kusma mengatakan, kedua PoP baru yang berlokasi di London (Eropa) dan Sillicon Valley (AS) tersebut melengkapi PoP internasional yang telah dioperasikan sebelumnya, yaitu di Tokyo (Jepang), Hong Kong (China) dan Singapura.
“Dengan penambahan rute ini, pengguna Biznet dapat mengakses langsung atau direct peering ke London Internet Exchange (LINX) dan Palo Alto Internet Exchange (PAIX) di AS tanpa melewati provider Tier-1,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11/2007).
Menurut Adi, kedua Internet Exchange baru itu merupakan rute terminal internet yang paling unggul di benuanya masing-masing dengan konten data yang tentunya lebih besar. Dengan adanya rute langsung ini, lanjutnya, performa dan akses ke konten di Eropa dan AS akan menjadi jauh lebih cepat.
“Pelanggan Multi National Corporation Biznet yang berbasis di Eropa dan Amerika dapat langsung merasakan perbedaan kecepatannya,” klaim dia. “Browsing internet yang berasal dari negara Eropa dan AS, misalnya dapat diakses dengan kualitas jaringan yang digunakan kedua negara tersebut,” ujarnya lagi.
Pengguna Biznet, kata Adi, tidak dikenakan biaya dengan penambahan rute itu. “Pengoperasiaan ini menjadi salah satu kelebihan fasilitas Biznet. Keuntungan bagi customer adalah kecepatan dan routing yang terbaik dan jarak tempuh lebih pendek dibandingkan dengan provider yang tidak memiliki POP tersebut.”
“Kedepannya, sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan bandwith internet di Indonesia yang terhubung dengan jaringan internet global, Biznet konsisten untuk terus mengembangkan POP internasional dengan jumlah carrier dan koneksi yang lebih baik serta standard keamanan fasilitas yang sangat ketat,” Adi menandaskan. ( rou / rou )
Kamis, 01/11/2007 16:56 WIB
Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Orang Amerika Juga Gemar Software Bajakan
November 1, 2007 at 10:57 am | In News IT | 2 Comments
Jakarta – Siapa bilang software bajakan hanya diminati di negara miskin dan berkembang? Di negara maju macam Amerika Serikat pun, fenomena ini juga terjadi. Bahkan, peminatnya cukup besar.
Hal ini terungkap dalam studi yang dilakukan Kamar Dagang Amerika Serikat. Dalam studi itu, dilaporkan bahwa sebanyak 22 persen orang dewasa di Amerika Serikat membeli berbagai produk bajakan tahun 2006 termasuk software.
Berkenaan dengan hal ini, bertepatan dengan hari raya Halloween yang jatuh di Amerika Serikat 31 Oktober 2007, Microsoft melancarkan ’serangan kilat’ melawan pembajakan softwarenya.
Raksasa software yang bermarkas di Redmond ini mendaftarkan sebanyak 20 gugatan hukum terhadap 20 penjual software yang tersebar di kota Alabama, California, Georgia, New Jersey, dan berbagai kota lainnya di Amerika Serikat. Microsoft menuduh mereka melakukan pembajakan software miliknya.
Microsoft menandaskan bahwa gugatan hukum ini merupakan komitmen yang berkelanjutan untuk melindungi properti intelektual, pekerjaan, dan mitra-mitra mereka. Microsoft menambahkan bahwa berbagai software bajakan sangat riskan terhadap virus maupun hilangnya data penting.
“Hal ini bukan hanya berkaitan dengan properti intelektual Microsoft. Hal ini juga untuk melindungi konsumen, juga mereka yang menggantungkan hidup dalam bisnis industri software,” demikian tegas pengacara Microsoft, Sharon Cates seperti dikutip detikINET dari VNunet, Kamis (1/11/2007). ( fyk / fyk )
Kamis, 01/11/2007 14:20 WIB
Fino Yurio Kristo – detikinet
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.