OS ‘Sembarang Tempat’ Puppy Linux 3.0 Meluncur

October 5, 2007 at 6:16 am | In Linux | Leave a Comment

Jakarta – Bagi mereka yang ingin kenal dengan yang namanya Linux namun malas jika harus meng-install sistem operasi (OS) ke hardisk mungkin bisa mencoba Puppy Linux.

Pasalnya, OS ini mampu dijalankan langsung dari CD dan USB tanpa harus mengkopi ke hardisk. Dengan kata lain, OS ini bisa disebut sebagai sistem operasi ’sembarang tempat’. Kini, versi terbarunya pun siap meluncur.

Keunikan inilah yang membuat Puppy Linux berbeda dari OS lainnya. Versi terbaru dari OS ini — Puppy Linux 3.0 — juga masih menyedot ukuran yang cukup mungil, tak sampai 100 Mb.

Meski mungil, Puppy diklaim punya desain yang handal, mudah digunakan serta berfitur optimal. Aplikasi bawaan yang disertakan pun cukup banyak termasuk Sea Monkey/Mozilla Application Suite, AbiWord, Sodipodi ataupun Gnumeric.

Dengan kelebihannya, PC World yang dikutip detikINET, Kamis (4/10/2007) melansir, Puppy juga bisa digunakan dalam berbagai komputer lama, sarana demo pengenalan Linux ataupun sebagai sistem operasi darurat.

Menurut pengembangnya, Barry Kauler, Puppy Linux 3.0 telah mengalami upgrade cukup banyak dari versi sebelumnya. Salah satunya terkait kompabilitas Puppy Linux dengan distro Linux lawas, Slackware. “Meski demikian, Puppy bukanlah kloning dari Slackaware. Puppy benar-benar unik,” tukas Kauler.
( fyk / ash )

Kamis, 04/10/2007 15:42 WIB
Fino Yurio Kristo – detikinet

Linux Foundation ‘Ekspansi’ ke Jepang

October 3, 2007 at 3:54 pm | In Linux | Leave a Comment

Jakarta – Linux Foundation kini menjejakkan langkahnya di Jepang. Kelompok nirlaba yang memperjuangkan kemajuan Linux ini telah menyepakati kerja sama dengan Information-technology Promotion Agency (IPA), institut penelitian pemerintah Jepang yang mendukung pengembangan software Open Source.

Mereka akan berkolaborasi untuk mempercepat adopsi Linux dan software Open Source dalam bidang pengembangan teknologi, aktivitas legal ataupun standardisasi di negeri sakura.

Pengumuman ini datang ketika ketertarikan penggunaan Open Source di Jepang berada dalam level cukup tinggi. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari penggunaan sistem operasi ini pada peralatan elektronik yang diproduksi di Jepang kian meningkat.

Demikian juga dengan keputusan Tokyo Stock Exchange yang menggunakan Linux sebagai pilihan next generation enterprise system. Bahkan, pemerintah Jepang pada bulan Juli lalu juga telah menempatkan prioritas utama untuk pengadopsian open standard dalam hal pengadaan perangkat.

“Kami ingin membantu pengembang Open Source di Jepang dengan lebih baik lagi. Persetujuan ini merupakan bagian aktivitas promosi regional yang agresif dari LF serta merupakan langkah penting untuk ekspansi lebih jauh,” demikian pernyataan dari Jim Zemnlin, direktur Linux Foundation seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (3/10/2007).

Sementara Buheita Fujiwara, Chairman IPAA mengatakan, lewat kerja sama ini diharapkan akan membantu perusahaan-perusahaan Jepang untuk mengadopsi Linux. “Sehingga nantinya software Open Source Jepang akan memainkan peran penting dalam revolusi Open Source dunia,” imbuhnya.

Dari data Gartner, penggunaan software Open Source diprediksi bakal tumbuh cukup pesat di Asia. Peningkatannya sekitar 60 persen diprediksi berasal dari lembaga pemerintahan besar maupun yang kecil. Dan mereka digadang-gadang juga bakal menggunakan Open Source dalam menunjang aktivitas bisnis utama di tahun 2010.
( fyk / ash )

Rabu, 03/10/2007 11:38 WIB
Fino Yurio Kristo – detikinet

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.