Pembobolan Situs Marak, CERT Indonesia Mangkrak

Jakarta, Jumlah situs makin banyak, kasus pembobolannya pun makin marak. Indonesia perlu membenahi Computer Emergency Response Team (CERT). Selama ini, tim CERT yang ada di Indonesia masih mangkrak alias tidak berjalan sesuai fungsi yang diharapkan.

Selama ini, tim CERT yang ada di Indonesia — bernama Indonesia Computer Emergency Response Team (ID-CERT) — masih bersifat sukarela dan terbatas, serta terlalu general.

Made Wiryana, anggota tim teknis situs http://www.presidensby.info mengungkapkan hal tersebut saat berbincang dengan detikINET, Minggu (18/3/2007).

Menurutnya, untuk kasus seperti phising, defacing dan infeksi virus sebaiknya ditangani tim CERT, yang juga bertugas melakukan edukasi pada masyarakat.

Disampaikan Made, sukarelawan di ID CERT masih sangat terbatas. “Mungkin karena personalnya sibuk-sibuk atau karena pihak lain belum bergabung,” paparnya.

Sebagai perbandingan, Made memaparkan bahwa tim CERT di negara maju memang bersifat sukarela, namun tetap profesional. “Artinya para anggota tim bersedia bergabung secara sukarela tidak sebatas karena mereka ditugaskan saja, tapi karena memang mereka suka. Tapi meskipun volounteer (sukarelawan) mereka digaji juga,” Made bertutur.

Made juga bercerita, tim CERT di Jerman misalnya, ada yang tujuannya untuk masyarakat luas, badan pemerintah, serta ada yang khusus untuk kalangan bisnis.

Untuk itu, Made menyarankan agar tim ID CERT lebih terbuka dan secara aktif menarik komunitas dan sukarelawannya. “Jadi bukan saja menunggu yang mau jadi volounteer,” ujarnya.

Made juga mengusulkan agar pemerintah membentuk CERT yang khusus menangani situs-situs pemerintah dan urusan di badan pemerintah.

Bagaimana dengan peran Polisi? “Polisi akan bertindak setelah kita melaporkan. Kalau memang ingin dimajukan jadi kasus ke Polisi, baru Polisi dilibatkan. Jadi Polisi akan bekerjasama dengan CERT,” kata Made.

Tapi sebelumnya untuk kasus pembobolan situs atau kejahatan cyber lainnya, Made menjelaskan bahwa penanganan tahap pertama adalah dengan CERT. “Nanti CERT yang akan kerjasama dengan badan-badan dan pihak yang bersangkutan,” ujarnya.

Menurut Made, agar bisa profesional tapi tetap bersifat sukarela, CERT harus bisa bekerjasama dengan organisasi yang mau mensponsori personal yang terlibat.(nks/nks)

Minggu , 18/03/2007 18:53 WIB
Ni Ketut Susrini – detikInet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s