Indosat Dituding Blokir Kode Akses SLI Telkom

Jakarta, PT Indosat Tbk dituding telah melakukan pemblokiran terhadap kode akses sambungan langsung internasional (SLI) milik PT Telkom Tbk di sejumlah warung telekomunikasi (wartel) baik yang berbasis nirkabel tetap maupun seluler (warsel) yang bekerjasama dengannya.

Tudingan itu dilontarkan Asosiasi Pengusaha Wartel Indonesia (APWI) dalam jumpa pers yang digelar di sebelah kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Jakarta, Selasa (3/7/2007).

“Kami menemukan indikasi awal telah terjadinya pemblokiran kode akses SLI 007 dan ITKP 01017 dengan ditemukannya bukti-bukti tertulis di sejumlah wartel di Medan,” tegas Ketua Umum APWI, Srijanto Tjokrosudarmo.

Ia menandaskan pihaknya telah melaporkan indikasi pemblokiran tersebut kepada pihak penyidik di KPPU. “Indikasi awal ini sekaligus mematahkan pernyataan Dirut Indosat (Johnny Swandi Sjam) bahwa tidak terjadi pemblokiran SLI di wartel Indosat,” kata Srijanto lagi.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PT Indosat Tbk Johnny Swandi Sjam menyanggah semua tudingan itu. “Di dalam sistem jaringan Indosat pelanggan dapat melakukan panggilan internasional melalui 007 termasuk juga pelanggan yang menggunakannya melalui warsel, kecuali dilakukan penutupan akses oleh pemilik warsel/wartel,” jelasnya.

Menurutnya, penutupan itu mungkin saja terjadi karena belum adanya sistem atau sosialisasi pola bagi hasil antara warsel dengan pemilik kode akses.

“Sedangkan untuk yang 01017, memang sedang ada pembahasan pembahasan PKS (perjanjian kerja sama) Telkom dan Indosat untuk membuka akses tersebut di jaringan Indosat,” tandasnya.

Kecewa BRTI

Sementara itu, masih dalam jumpa pers, Sekretaris Jenderal APWI Bambang Irianto, mengaku kecewa pada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) karena dianggap tidak sigap mengatasi masalah pemblokiran kode akses SLI yang diklaimnya merugikan pengusaha wartel.

“Kami sangat menyayangkan sekali, fungsi BRTI dalam mengawasi tarif dan pemblokiran kode akses telekomunikasi tidak berjalan. BRTI tidak punya taring,” sesalnya.

Anggota BRTI Heru Sutadi justru balik bertanya mengenai temuan indikasi tersebut dan kekecewaan yang dilontarkan APWI. “Informasikan saja pemblokiran itu di daerah mana, kita akan tindak lanjuti seperti kasus pemblokiran oleh Telkom di beberapa wartel di Batam.”

“Sesungguhnya, APWI juga harus memberi penyadaran pada para anggotanya. Jika terjadi pemblokiran begitu, lapor ke BRTI,” Heru menandaskan.

APWI yang memiliki anggota sekitar 150 ribu wartel, kata Bambang, merasa dirugikan dengan adanya pemblokiran kode akses SLI. Karena, lanjutnya, SLI memberikan kontribusi sekitar 20% dari total pendapatan wartel, khususnya di daerah Batam, Riau.

“Dengan maraknya pemblokiran yang dilakukan operator, anggota kami berpotensi gagal meraih pendapatan sekitar 5% dari 20% total pendapatan SLI,” ujarnya.(rou/wsh)

Selasa , 03/07/2007 16:20 WIB
Achmad Rouzni Noor II – detikInet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s